Tag Archives: maharddhika

Merdeka, dan tetap menjadi hamba

Merdeka… konon katanya berasal dari kata maharddhika (mahardika) yang kalau kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia maka artinya adalah Berilmu (cerdik, pandai, bijak), berbudi luhur dan bersifat bangsawan… orang merdeka memang harus berilmu dan disertai juga dengan budi yang luhur, karena hakikatnya kemerdekaan kita dibatasi dengan kemerdekaan orang lain dan penuh tanggung jawab… Bersifat bangsawan, karena orang merdeka memiliki hak dalam lapangan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik.

Kemerdekaan kita di batasi dengan kemerdekaan orang lain, dan yang paling penting orang merdeka haruslah sekaligus menjadi hamba.

Ada kisah menarik tentang seorang sufi ahli hadist ternama, bisyr al hafi, al hafi sendiri maknanya tidak beralas kaki. Ada versi lain tentang kisah awal keimanan beliau, tapi saya selalu suka versi yg ini :

Dikisahkan  ada orang shalih (beberapa riwayat menyebutkan orang shalih tersebut adalah putra  imam jafar as sadiq) sedang melewati rumah bisyr yang sedang hura-hura dan berpesta. Saat orang shalih lewat di depan rumah bisyr keluarlah budak wanita milik bisyr hendak membuang sampah. Orang shalih bertanya kepada budak tersebut “ yang tinggal di rumah ini apakah orang Merdeka atau hamba/budak?”. Budak wanita tersebut menjawab bahwa yang tinggal tentu saja orang merdeka. Lalu orang shalih berkata “bener jawbanmu, karena jika orang ini seorang hamba tentu dia takut akan tuannya dan tidak akan berfoya-foya seperti ini”.

Bisyr menanyakan kepada budak wanita tersebut kenapa lama di luar, dan budak wanita tsb menceritakan tentang pertemuannya dengan orang shalih tersebut.

Tanpa sempat mengenakan sandalnya bisyr mengejar orang shalih tersebut dan menanyakan kembali tentang apa yang di katakan orang shalih ke budak wanitanya.

Saat orang shalih menjelaskan hakikat bahwa manusia hanyalah hamba Allah, seketika itu Bisyr pun menempelkan pipinya ke tanah, sambil berkata, “Wahai tuan, pemilik rumah itu seorang hamba/budak.” Setelah itu ia senantiasa berjalan tanpa sandal hingga ia dikenal dengan sebutan bisyr al hafi, bisyr yang tak bersandal.

Banyak orang bertanya kepada Bisyr, “Mengapa kamu selalu tidak memakai sandal?”

Bisyr menjawab, “Karena Tuhanku tidak berkenan menemuiku saat aku beralas kaki, Tuhanku malah menemui  saat aku tidak mengenakan alas kaki. Aku akan terus bersikap demikian ini sehingga ajal menjemputku’.”

Merdeka… tapi jangan lupa kita adalah seorang hamba…#170817

Wallahualam