Sapera

Sapera, Keren kan namanya, mirip-mirip artis bella Sapera, Kambing Sapera adalah Saanen Peranakan Etawa, hasil persilangan antara kambing pejantan saanen dengan kambing PE (Sapera).

Kambing Sapera merupakan kambing perah unggul yang memiliki produktifitas dan kualitas yang baik dengan rata – rata produksi 2 liter pada laktasi pertama. Alasan persilangan dua spesies ini untuk mendapatkan hasil yang optimal, dimana kambing saanen adalah kambing penghasil susu unggulan dalam segi quantity, sedangkan kambing PE adalah penghasil susu unggulan dari segi quality.

3-susu
perbandingan susu saanen, Sapera dan PE

Saat ini, Cix Farm tengah mengembangkan proyek sapera sebagai upaya ikut menyediakan kambing perah yang unggul dari segi quantity dan quality.

Kambing Sapera betina umumnya berbulu putih bersih, tubuh bulat padat, postur semampai, telinga pendek mengarah ke atas, suka mencari perhatian kepada orang yang mendekatinya, dan yang jelas ambingnya besar. Kambing Sapera jantan bertanduk pipih berulir ke arah belakang, sedangkan betina sebagian bertanduk lurus sedikit bengkok ke belakang.

Sapera Jantan, besar dan kokoh

Saanen murni umunya berbadan kecil, betis tipis, bulu tipis, leher jenjang, dan beberapa memiliki ‘anting-anting’ gelambir pada leher di bagian bawah rahangnya. Sepintas mirip kancil, dan kalau berdiri memanjat dinding kandang bentuk tubuhnya mirip meerkat (hewan kecil dari gurun dan padang rumput Afrika.

Sapera F1, masih menunjukkan ciri antara kambing PE dengan Saanen. Badannya masih cenderung “gepeng” dan  beberapa persen anakannya masih menyisakan ciri kepala kambing PE. Sedangkan Sapera F2 biasanya lebih dekat ke ciri Saanen karena merupakan anakan dari induk Sapera F1 yang dikawinkan dengan pejantan Saanen murni. “Tapi ukuran tubuh menjadi lebih besar karena ada darah PE-nya.

Cempe sapera di gigafarms, beberapa masih kuat gen PE nya

Bobot badan pada laktasi pertama (umur 1,5 tahun) Sapera F2 betina antara 25  – 30 kg. Pada umur 2 tahun Sapera F2 pejantan bisa menembus 40 – 50 kg perekor. Betina afkir yang sudah tidak produktif bisa digemukkan, hingga bobotnya bisa mencapai 40 – 60 kg.

Ciri yang paling khas dari ambing kambing Saanen maupun Sapera yang baik adalah memiliki ambing berbentuk kantong. Puting berada di samping belakang ambing, sehingga saat kambing rebah, puting tidak menyentuh lantai. Beda dengan ambing PE yang berbentuk botol terbalik dengan puting di ujung bawah.

Perbedaan ini berpengaruh terhadap produksi susu yang lebih banyak karena volume ambing yang besar. Selain itu, Sapera lebih jarang terkena infeksi mastitis karena ujung puting tidak menyentuh lantai, meskipun ambingnya besar dan produksinya banyak.

kambing Saanen maupun Sapera menunjukkan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding kambing PE. “Kambing Sapera mampu mencapai lama laktasi hingga 1 tahun, asal tak dikawinkan pada periode awal laktasi, sangat jauh dibanding PE yang hanya mampu laktasi antara 5 – 6 bulan saja, setelah itu pasti kering. Mungkin inilah mengapa  di luar negeri seperti Amerika dan Australia kambing yang diternakkan untuk diperah hanyalah dari jenis Saanen dan Nubian saja.

Produktivitas rata-rata kambing Sapera mencapai 2,8 liter perekor perhari (1,3 s/d 4 ltr/hari).

Wassalam.

stop in at GigaFarms to taste something out of the ordinary