Peranakan Etawa

Kambing peranakan etawa (PE) adalah peranakan kambing Jamnapari (Jamunapari) asal india subcontinent yang disilangkan dengan kambing lokal indonesia. Ada 2 ras Kambing Peranakan Etawa yang terkenal, yaitu Ras PE Senduro, yang di kembangkan di daerah Senduro, Lumajang, Jawa Timut. Ciri-ciri umum Ras PE Senduro ini berwarna terang (Putih)

Ras kedua yang dikembangkan di Gigafarms adalah PE Ras Kaligesing, yang banyak di budidayakan di daerah Kecamatan Kaligesing (Bukit Menoreh), Purworejo, Jawa Tengah.

Kambing PE Kaligesing sangat identik dengan bulu warna putih dan hitam, ada sebagian kecil yang warna bulu pada kepalanya coklat. Kambing ini sangat mudah pemeliharaannya, karena dengan pola pakan hijauan yang bervariasi dan pakan pendukung seperti ampas tahu, dedak, kulit kedelai, onggok dan sejenisnya, kambing ini akan sangat pesat pertumbuhannya.

ASAL MULA

Jamnapari (atau Jamunapari) sebagai indukan kambing PE adalah kambing asli India subcontinent. Sejak 1953 kambing Jamnapari mulai di import ke Indonesia .Nama Jamnapari (Jamunapari) sendiri berasal dari nama sungai Yamuna (bengali barat) Jamuna (banglasdesh)

Jamnapari jantan bisa mencapai berat 120 kg, dan yang betina dapat mencapai 90 Kg

Untuk dapat menyesuaikan dengan iklim di Indonesia, Jamnapari di silangkan dengan Kambing Lokal sehingga di kenal istilah peranakan Etawa.

PE KALIGESING

PE (Kaligesing) dapat dipelihara di daerah mana saja dan sangat mudah beradaptasi, baik itu dataran tinggi yang relatif dingin maupun dataran rendah yang panas, perbedaan yang mencolok hanya pada ketebalan bulunya, apabila dipelihara didataran tinggi bulu kambing ini akan lebih tebal.

Ada 3 kelas untuk membedakan jenis kambing ini, yaitu kelas pedaging, breeding dan kelas kontes. Di Gigafarms sendiri saat ini hanya ada kelas pedaging dan kelas breeding.

Kelas breeding adalah kelas dimana sudah ada penseleksian sehingga postur badan kambing kelas breeding lebih besar dan panjang dibandingkan kelas pedaging. Kelas breeding ini yang betinanya sering dikawinkan dengan pejantan kelas kontes sehingga sering muncul cempe-cempe dengan kualitas kontes, karena 70% genetika cempe berasal dari pejantan.

Kelas Kontes, tentu saja merupakan kambing-kambing pilihan yang dilihat dari banyak kriteria mulai dari bentuk kepala, panjang telingga, bentuk telingga, bentuk mulut, tinggi badan, postur panjang badan, bentuk kaki, bulu dan lainnya.

SUSU KETAWA (SUSU KAMBING ETAWA)

Diluar sebagai kambing Kontes, kambing PE digolongkan dapat sebagai kambing tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu. Produksi susu kambing PE berkisar antara 0,7-1,0 liter/ekor/hari. Bahkan dimasa-masa produktif, dengan pemberian konsentrat yang cukup, produksi susu dapat mencapai 1,5 liter per hari.

Susu kambing sendiri memiliki kelebihan di bandingkan dengan susu sapi. Karakteristik susu kambing dibandingkan dengan susu sapi adalah:

  1.  warna susu lebih putih;
  2. globula lemak susu lebih kecil dengan diameter 0,73 – 8,58 μm;
  3. mengandung mineral kalsium, fosfor, vitamin A, E, dan B kompleks yang tinggi; (4) dapat diminum oleh orang-orang yang alergi minum susu sapi dan untuk orang-orang yang mengalami berbagai gangguan pencernaan (lactose intolerance);
  4. dari segi produktivitas, produksi susu kambing lebih cepat diperoleh karena kambing telah dapat berproduksi pada umur 1,5 tahun, sedangkan sapi baru dapat berproduksi pada umur 3 – 4 tahun, tergantung ras (SALEH, 2004).

Kambing perah yang biasa dipelihara dan cukup adaptif dengan kondisi lingkungan Indonesia adalah kambing peranakan Etawah (PE), Saanen atau persilangan PE-Saanen (Sapera).

Kambing Saanen berasal dari lembah Saanen di Swiss. Ciri-ciri kambing ini adalah memiliki bulu pendek, berwarna putih, krem pucat atau coklat muda. Kambing Saanen memiliki performa tubuh yang baik sebagai

penghasil susu. Bobot kambing Saanen pada saat dewasa dapat mencapai 65 kg pada betina dan 75 kg pada jantan. Rata-rata produksi susu kambing Saanen di daerah tropis adalah 1 – 3 kg per hari, sedangkan di daerah subtropis dapat mencapai 5 kg per hari (wow). Kambing persilangan Sapera adalahkambing hasil perkawinan antara kambing PE betina dengan Saanen jantan. Tujuan dari persilangan kambing PE-Saanen ini adalah

untuk meningkatkan produksi susu, pertumbuhan yang tinggi dan adaptasi yang baik pada kondisi lingkungan di Indonesia.. WAHYUARMAN (2001) melaporkan hasil persilangan PE dan Saanen memiliki keunggulan bobot lahir, bobot sapih dan produksi yang melebihi tetua PE masingmasing sebesar 0,22; 5,47 dan 2,87%.

Wassalam

stop in at GigaFarms to taste something out of the ordinary