Category Archives: Animal

ADAB TERHADAP HEWAN, TERMASUK HEWAN KURBAN

Menjelang hari raya Iedul Adha banyak kita jumpai pedagang hewan kurban dadakan, sebelum kita memilih hewan kurban perlu kita fahami juga bahwa yang utama bukanlah daging atau darah yang mengalir setelah penyembelihan. Yang terpenting yang Allah harap dari ibadah kurban adalah takwa dan keikhlasan kita.

Allah Ta’ala berfirman,

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Karena sesungguhnya hewan  kurban tersebut adalah sarana untuk meningkatkan ketakwaan ada baiknya kita tidak hanya memilih besar dan bagusnya hewan kurban, tetapi perlu di perhatikan juga bagaimana perlakuan terhadap hewan hewan tersebut. Ada tulisan menarik tentang Adab terhadap Hewan yang ditulis oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri

Seorang muslim beranggapan bahwa kebanyakan hewan adalah makhluk mulia, maka dari itu ia menyayanginya karena Allah sayang kepada mereka dan ia selalu berpegang teguh kepada etika dan adab berikut ini.

  1. Memberinya makan dan minum apabila hewan itu lapar dan haus, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

“Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadaNya)” [HR Al-Bukhari : 2363]

“Barangsiapa yang tidak belas kasih niscaya tidak dibelaskasihi” [HR Al-Bukhari ; 5997, Muslim : 2318]

“Kasihanilah siapa yang ada di bumi ini, niscaya kalian dikasihani oleh yang ada di langit” [HR At-Tirmdzi : 1924]

  1. Menyayangi dan kasih sayang kepadanya, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda ketika para sahabatnya menjadikan burung sebagai sasaran memanah.

“Allah mengutuk orang yang menjadikan sesutu yang bernyawa sebagai sasaran” [HR Al-Bukhari : 5515, Muslim : 1958] [Redaksi ini riwayat Ahmad : 6223]

Beliau juga telah melarang mengurung atau mengikat binatang ternak untuk dibunuh dengan dipanah/ditombak dan sejenisnya , dan karena beliau juga telah bersabda. “Siapa gerangan yang telah menyakiti perasaan burung ini karena anaknya? Kembalikanlah kepadanya anak-anaknya”. Beliau mengatakan hal tersebut setelah beliau melihat seekor burung berputar-putar mencari anak-anaknya yang diambil dari sarangnya oleh salah seorang sahabat” [HR Abu Daud : 2675 dengan sanad shahih]

  1. Menyenangkannya di saat menyembelih atau membunuhnya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh hendaklah berlaku ihsan di dalam pembunuhan, dan apabila kalian menyembelih hendaklah berlaku baik di dalam penyembelihan, dan hendaklah salah seorang kamu menyenangkan sembelihannya dan hendaklah ia mempertajam mata pisaunya” [HR Muslim : 1955]
  2. Tidak menyiksanya dengan cara penyiksaan apapun, atau dengan membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menempatkn dalam kandang yang tidak layak, menyiksanya atau membakarnya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Seorang perempuan masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati, maka dari itu ia masuk neraka karena kucing tersebut, disebabkan ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat ia mengurungnya, dan tidak pula ia membiarkannya memakan serangga di bumi” [HR Al-Bukhari : 3482]

Ketika beliau berjalan melintasi sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda.

“Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api” [HR Abu Daud : 2675, hadits shahih]

  1. Boleh membunuh hewan yang mengganggu, seperti anjing buas, serigala, ular, kalajengking, tikus dan lain-lainnya, karena beliau telah bersabda, ” Ada lima macam hewan fasik yang boleh dibunuh di waktu halal (tidak ihram) dan di waktu ihram, yaitu ular, burung gagak yang putih punggung dan perutnya, tikus, anjing buas dan rajawali” [HR Muslim : 1198]. Juga ada hadits shahih yang membolehkan membunuh kalajengking dan mengutuknya.

 

  1. Boleh memberi wasam (tanda/cap) dengan besi panas pada telinga binatang ternak yang tergolong na’am untuk maslahat, sebab telah diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi wasam pada telinga unta shadaqah dengan tangan beliau yang mulia. Sedangkan hewan lain selain yang tergolong na’am (unta, kambing dan sapi) tidak boleh diberi wasam, sebab ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ada seekor keledai yang mukanya diberi wasam beliau bersabda, “Allah mengutuk orang yang memberi wasam pada muka keledai ini” [HR Muslim : 2117]

 

  1. Mengenal hak Allah pada hewan, yaitu menunaikan zakatnya jika hewan itu tergolong yang wajib dizakati.

 

  1. Tidak boleh sibuk mengurus hewan hingga lupa taat dan dzikir kepada Allah. Sebab Allah telah berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah” [Al-Munafiqun : 9]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah bersabda berkenaan dengan kuda : “Kuda itu ada tiga macam. Kuda bagi seseorang menjadi pahala, kuda bagi seseorang menjadi pelindung dan kuda bagi seseorang menjadi dosa. Adapun kuda yang mendatangkan pahala adalah kuda seseorang yang dipangkal untuk fisabilillah, ia banyak berdiam di padang rumput atau di taman. Maka apa saja yang dimakan oleh kuda itu selama dipangkal di padang rumput atau di taman itu, maka pemiliknya mendapat pahala-pahala kebajikan. Dan sekiranya ia meninggalkannya lalu mendaki satu atau dua tempat tinggi, maka jejak dan kotorannya menjadi pahala-pahala kebajikan baginya. Maka dari itu kuda seperti itu menjadi pahala bagi pemiliknya. Kuda yang diikat oleh seseorang karena ingin menjaga kehormatan diri (tidak minta-minta) dan ia tidak lupa akan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala pada leher ataupun punggung kuda itu, maka kuda itu menjadi pelindung baginya. Dan kuda yang diikat (dipangkal) oleh seseorang karena kebanggaan, riya dan memusuhi orang-orang Islam, maka kuda itu mendatangkan dosa baginya” [HR Al-Bukhari : 2371]

Itulah sederet adab atau etika yang selalu dipelihara oleh seorang muslim terhadap hewan karena taat kepada Allah dan Rasulnya, sebagai pengamalan terhadap ajaran yang diperintahkan oleh syari’at Islam, syari’at yang penuh rahmat, sayari’at yang serat dengan kebaikan bagi segenap makhluk, manusia ataupun hewan.

[Disalin dari kitab Minhajul Muslim, Edisi Indonesia Konsep Hidup Ideal Dalam Islam, Penulis Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, Penerjemah Musthofa Aini, Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]

Sumber: https://almanhaj.or.id/370-adab-terhadap-hewan.html

 

HIJAUAN, PAKAN TERNAK TERBAIK

Hal yang mambuat ternak kambing cepat berkembang dengan baik adalah pakan, pakan ini sebagian besar pada pakan hijauan seperti rumput-rumputan  dan leguminosa dengan jumlah yang diberikan sekitar 70% sampai dengan 90% dari jumlah ransum. Di Giga Farms sengaja tidak memberikan pakan fermentasi yang konon katanya bisa mempercepat pertumbuhan kambing, Gigafarms lebih memilih kambing menikmati pakan sesuai kodratnya.

Dengan Pakan Alami untuk mencapai hasil yang maksimal dari ternak kita, maka sudah sewajarnya kita memilih hijauan yang bermutu, cara menanam, cara meningkatkan mutu dari pakan yang mempunyai nilai nutrisi tinggi dan cara memberikankan pada ternak kambing kita.

Pemberian Pakan yang baik dengan mempertimbangkan:

  1. Kambing dikasih pakan hijauan yaitu pakan yang telah dicampur rumput dan leguminosa yang total pemberiannya sesuai dengan keadaan fisiologi ternak, yang dapat dilihat pada table 1.
  2. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ternak kambing dapat diberikan kosentrat atau pakan penguat yang bukan hasil fermentasi seperti dedak, bekatul, ampas tahu, jagung giling (tepung jagung), gaplek, bungkil kedelai, bungkil kelapa,bungki sawit, dll, sesuai status fisiologis ternak yang dapat dilihat pada table 2.

TABEL 1. PEMBERIAN PAKAN TERNAK DOMBA/KAMBING

No Status Fisiologis/kondisi ternak Hijauan Penguat /
Rumput Daun Legum konsentrat
% % Kg
1 Betina  dewasa 75 25 0,25
2 Sedang Tumbuh 60 40 0,25
3 Betina Bunting 60 40 0,40
4 Betina Menyusui 50 50 0,45
5 Pejantan Dewasa / Pemacek 75 25 0,50

 

Pakan hijauan yang di budidayakan di Gigafarsm antara lain :

  1. Gamal (Gliricidia Sepium)

Banyak penamaan berbeda di banyak daerah untuk gliricidia ini sbb: Gamal (Indonesia), Lirikside, liriksidia, Wit Sepiung (Jateng), Johar Gembiro Loka (DIY). Jawa Timur: Kelorwono, Joharlimo, Johar Bogor. Sunda: Cebreng, Cepbyer (Jabar), Kalikiria (Ciamis), Angrum (Garut), Ujan-Ujanan (betawi).

Gamal di sekitar kandang Giga Farms

Gliricidia kaya akan protein (20 – 26% CP) dan kalsium (1,2%). Kandungan seratnya tinggi (45% NDF) yang membuatnya sangat bagus sebagai sumber hijauan untuk ternak ruminansia. Permasalahan pada ternak hanya sebatas palatabilitasnya (kesukaan) saja, mengingat gamal ini memiliki bau menyengat, untuk mengatasinya sebelum diberikan sebaiknya dijemur atau dilayukan dan untuk membiasakan berikan pada saat ternak dalam kondisi lapar.

Budidaya gliricidia bisa dilakukan dengan penanam biji polong yang sudah tua ataupun dengan penanaman stek dari batangnya. Pemotongan pertama pohon gamal dianjurkan setelah tanaman berumur 1 tahun. Selang waktu atau interval pemotongan selanjutnya setiap 3 bulan sekali. Rata-rata produksi hijauan segar berkisar 2-5 kg per potong per pohon.

Sistem pemangkasan dua kali selama musim hujan dan dua kali selama musim kering dapat mengurangi peranggasan daun gamal sehingga gamal akan tetap menghijau sepanjang tahun (Nitis et al., 1991).

  1. Rumput Odot (Pennisetum purerium)

Sebagai perternak, menyediakan pakan yang secara continue merupakan suatu keharusan.  Salah satu solusi  hijauan pakan ternak yang dikembangkan di Gigafarms yaitu rumput gajah jenis cvmott (Pennisetum purerium) cvmott, atau lebih umum dikenal dengan sebutan Rumput Odot.

Anggi merawat bibit Rumput Odot
Rumput Odot siap panen

 

 

Penamaan Odot sendiri berasal dari nama Pak Odot, peternak yang membawa rumput tersebut dari Malaysia. Jenis rumput ini belum banyak diketahui masyarakat kita, padahal mempunyai potensi yang sangat tinggi rumput odot sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing, domba dll.  Rumput odot sebagai pakan ternak jenis ini berbeda dari rumput Gajah(king grass) yang umumnya  ditanam dan dibudidayakan oleh para peternak sekarang ini. Rumput gajah atau king grass  umum tingginya sekitar 4,5 m, sedangkan rumput odot hanya dapat mencapai 1 meter, rumput odot ini  sangat mirip dengan pandan yang daunnya rapat-rapat. Dengan keadaan seperti ini, rumput odot sangat efisien dalam hal pemakaian lahan untuk penanaman.

Petani Rumput Odot..

Kalau kita ada tanah atau lahan 1 m/ persegi rumput gajah biasa hanya menghasilkan sekitar 29,5 kg/tahun, maka untuk rumput odot sebagai pakan ternak dapat mencapai sekitar 36kg/tahun. Hampir semua bagian rumput odot bisa dimakan, sedangkan rumput gajah biasa hanya sekitar 60-70 % saja.

Berdasarkan hasil tes uji analisis laboratorium, kandungan nutrisi, rumput odot sebagai pakan ternak juga mempunyai nilai persentase persentase yang tinggi. Berikut ini adalah tabel nutrisi dari rumput odot

Tabel 2. Komposisi Nutrient Rumput Odot

No Uraian Nilai Nutrisi
%
1 Protein Kasar (PK) 17 – 19
2 Protein Kasar (PK) daun 17 – 19
3 Protein Kasar (PK) batang 8,1
4 Kadar Lemak kasar daun 2,72
5 Kadar Lemak kasar batang 90,1
6 Digestibility daun 72,68
7 Digestibility daun 62,56
8 Lignin 2,5

 

Dari table diatas menunjukkan bahwa potensi Rumput Odot sebagai pakan ternak bisa memenuhi kebutuhan gizi ternak. Oleh karena  itu rumput odot sangat baik sebagai pakan ternak untuk pemeliharaan jangka panjang (lebih dari 6  bulan) baik dengan hanya memakai pakan hijauan saja ataupun untuk penggemukan yang ditambah dengan pakan penguat atau konsentrat.

Dari hasil penelitian beberapa peneliti IPB, dan uji coba tanam yang dilakukan Qiara Intsitute yang dikelola para dosen serta alumni IPB,  hasil produksi rumput Odot dapat mencapai lebih dari 60 ton per hektar. Hasil panen pertama pada saat umur rumput odot sekitar 3-4 bulan, berikutnya bisa kita setiap sekitar 50-60 hari. Rumput odot bisa disimpan sampai 3 hari tanpa adanya perlakuan khusus, dan masih dapat dimakan ternak dengan lahap.

Ciri-Ciri Rumput Odot yaitu:

  • Mempunyai laju pertumbuhan yang cepat seperti rumput gajah
  • Berumpun dan bertunas atau rhizoma
  • Rumput odot mempunyai akar yang kuat dan dalam
  • Daunnya  dan batang halus tidak berbulu
  • Batangnya rumput ini lunak dan lembut sehingga sangat  mudah dimakan ternak, tanpa perlu dicacah terleih dahulu dan  ternak kita tentunya akan sangat lahap untuk memakannya
  • Mempunyai kadar air sekitar 80%, sehingga ternak kita terhindar dari dehidrasi.
  1. Murbei/Mulbery (Morus Alba)
Murbei / Mulbey

Protein merupakan salah satu nutrien yang menjadi faktor penentu tingkat produktivitas ternak termasuk kambing dandomba. Namun pada umumnya bahan pakan sumber protein yang berasal dari kacang-kacangan maupun hasil samping industri pertanian harganya mahal sehingga terkadang tidak terjangkau oleh daya beli peternak skala kecil maupun yang berada dipedesaan. Dilain pihak, ternak ruminansia mempunyai kelebihan dibandingkan dengan ternak nonruminansia dalam hal pemanfaatan sumber protein dari hijauan untuk mencukupi kebutuhan akan protein. Oleh karena itu, meningkatkan produktivitas domba dan kambing, perlu dicari alternatif sumber protein yang murah dan tersedia sepanjang tahun. Tanaman murbei dapat tumbuh sepanjang tahun di daerah iklim tropis seperti Indonesia. Hijauan dari tanaman murbei mempunyai kandungan protein yang tinggi (>20%) sehingga sangat potensial untuk digunakan sebagai sumber protein hijauan pada pakan kambing dan domba. Suplementasi hijuan murbei pada pakan domba dapat meningkatkan total konsumsi bahan kering sebesar 22,5% dan dibarengi dengan peningkatan kenaikan bobot badan harian domba sebesar 85% dibandingkan pakan yang tidak disuplementasi dengan hijuan murbei.

Komposisi Nutrien Daun Murbei

Informasi potensi produksi tanaman murbei telah banyak dilaporkan, namun informasi tersebut terkait dengan kebutuhan daun murbei sebagai pakan ulat sutera.Penelitian pemanfaatn murbei sebagai pakan ternak baru dijumpai sebagian kecil di India, Jepang dan Korea. Percobaan pemanfaatan daun murbei sebagai pengganti konsentrat unggas di Jepang telah dilaporkan oleh Machii et al (2002), sedangkan untuk bahan pakan ternak ruminansia, penelitian telah dilakukan antara lain oleh Singh dan Makkar (2002), yang meakukan pengujian secara in vitro. Sanchez (2002) melaporkan bahwa di Indonesia, tanaman murbei baru digunakan sebagai pakan ulat sutera, sedangkan penelitian atau pemanfaatan daum murbei sebagai pakan ternak belum dijumpai. Kondisi yang berbeda terjadi di Negara-negara bagian Amerika yang telah menggunakan daun murbei sebagai bahan pakan ternak.

Tanaman murbei mempunyai potensi sebagai bahan pakan yang berkualitas karena potensi produksi, kandungan nutrient dan daya adaptasi tumbuhnya yang baik (Singh & Makkar, 2002). Produksi daun murbei sangat bervariasi, tergantung pada varietas, lahan, ketersediaan air dan pemupukan. Martin et al (2002) melaporkan produksi biomassa murbei mencapai 25 ton BK/ha/tahun dan produksi daun sebesar 16 ton BK/ha/tahun, sedangkan Boschini (2002) melaporkan produksi daun sebesar 19 ton BK/ha/tahun.

Kandungan nutrient daun murbei meliputi 22-23% PK, 8-10% total gula, 12-18% mineral, 35% ADF, 45,6% NDF, 10-40% hemiselulosa, 21,8% selulosa (Datta et al, 2002). Kandungan nutrient daun beberapa varietas murbei disajikan pada Tabel 3. Kualitas daun murbei yang tinggi juga ditandai oleh kandungan asam aminonya yang lengkap. Pada daun murbei juga teridentifikasi adanya asam askorbat, karotene, vitamin B1, asam folat dan pro vitamin D (Singh & Makkar, 2002).

Tabel 3. Komposisi nutrien daun murbei

No Uraian Nilai Nutrisi
%
1 Air 84,28
2 Protein Kasar (PK) 20,15
3 Serat Kasar 13,27
4 Lemak Kasar 3,62
5 Abu 10,58

 

Sumber : Samsijah (1992).

Komposisi nutrien yang lengkap serta produksi daun yang tinggi, menjadikan tanaman murbei potensial dijadikan bahan pakan ternak, menggantikan konsentrat khususnya untuk ternak ruminansia (Doran et al, 2006). Selain kandungan nutriennya yang lengkap, tanaman murbei juga mengandung senyawa aktif 1-deoxynojirimycin (DNJ) yang berpotensi menjadi agen slow release RAC (Syahrir,dkk, 2010).

Senyawa DNJ ditemukan terdapat pada tanaman murbei sebanyak 0,24% (Oku et al, 2006). Senyawa ini mampu menghambat proses hidrolisis oligosakarida menjadi monomer-monomernya (Breitmeier, 1997; Arai et al,1998). Senyawa DNJ masuk ke sisi aktif enzim glukosidase (Romaniouk et al, 2004; Chapel et al, 2006), sehingga menghambat kinerja enzim untuk menghidrolisis substrat. Karena itu, senyawa DNJ diduga dapat melepas RAC secara perlahan (Syahrir,dkk, 2010). Khusus pada ternak ruminansia, mekanisme slow release RAC dalam system rumen akan menjaga kesinambungan penyediaan RAC, sehingga mikroba-mikroba penghasil enzim pencerna karbohidrat structural dapat berkembang optimal (Syahrir,dkk, 2010).

  1. Dadap / Cangkring (Erythrina variegata)

Dadap atau cangkring adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae (=Leguminosae). Tanaman yang kerap digunakan sebagai pagar hidup dan peneduh ini memiliki banyak sebutan yang lain. Di antaranya dadap ayam, dadap laut (Jawa), dadap blendung (Sunda.), theutheuk (Madura.), dalungdung (Bali), deris (Timor); galala itam (Maluku) dan lain-lain.

Dadap / Cangkring di Giga Farms

Pohon yang berukuran sedang, mencapai tinggi 15–20 m dan gemang 50–60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan; batang biasanya dengan duri-duri tempel kecil (1–2 mm) yang berwarna hitam. Tajuknya serupa payung atau membulat renggang, menggugurkan daun di musim kemarau.

Daun majemuk beranak daun tiga, hijau hingga hijau muda, poros daun dengan tangkai panjang 10–40 cm.  Anak daun bundar telur terbalik, segitiga, hingga bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, anak daun ujung yang terbesar ukurannya, 9-25 × 10–30 cm.

Bunga-bunga tersusun dalam tandan berbentuk kerucut, di samping atau di ujung ranting yang gundul, biasanya muncul tatkala daun berguguran, menarik banyak burung berdatangan untuk menyerbukinya. Mahkota berwarna merah jingga hingga merah gelap; benderanya 5,5-8 × 8 cm, berkuku pendek, tidak bergaris putih. Polong tebal dan berwarna gelap, menyempit di antara biji-biji, 15–20 cm × 1.5–2 cm, berisi 5-10 butir biji berbentuk telur, coklat, merah atau ungu mengkilap.

Memiliki kandungan protein (dan nitrogen) yang tinggi, itulah kenapa daun dadap juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau untuk pupuk hijau. Sebatang pohon dadap yang berukuran sedang, yang dipangkas 3-4 kali setahun, dapat menghasilkan 15-50 kg hijauan pakan ternak dalam setahunnya. Sejauh ini, daun-daun dadap diketahui tidak bersifat racun (toksik) bagi ternak ruminansia. Perakaran dadap bersimbiosis dengan bakteri Bradyrhizobium mengikat nitrogen dari udara, dan meningkatkan kesuburan tanah. Kelebihan lainnya, dadap dapat digunakan sebagai pemberantas serangga.

 

PENETASAN AYAM MUTIARA DENGAN INKUBATOR

Ayam mutiara dalam satu kali periode bertelur bisa mencapai 50 – 100 butir, jadi wajar saja insting untuk mengerami telurnya sangat kecil. Di alam bebas biasanya ayam mutiara meletakan telurnya di belukar dan menutupi telurnya dengan sampah sampah pohon (dedaunan). Hanya saja sampai saat ini saya masih belum dapat refferensi apa memang begitu cara penetasan alami ayam mutiara, di tutupi dedaunan seperti halnya buaya. Cara paling effektif untuk menetaskan telur ayam mutiara di Gigafarms adalah dengan menitipkan telur ayam mutiara di ayam kampung atau ayam kalkun. Pernah juga  kami korbankan ayam kampung untuk menetaskan telur ayam mutiara sampai 4 kali periode penetasan. Cara lainnya adalah dengan mengunakan inkubator. Sebelum kita memulai penetasan ayam mutiara dengan inkubator ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dilakukan.

  • TELUR AYAM MUTIARA

Telur ayam mutiara dapat disimpan sampai dengan 7 hari, lebih dari 7 hari kemungkinan  menetasnya akan semakin kecil. Yang perlu di perhatikan, saat telur ayam mutiara di simpan sebelum di masukan ke dalam inkubator, temperatur penyimpanan harus stabil antara ( 18 -20 O C). Telur harus di balik/diputar minimal 3 kali dalam sehari. Akan lebih baik jika memiliki mesin pemutar telur otomatis.

  • MEMPERSIAPKAN INKUBATOR

Jangan pernah berpikir untuk menetaskan ayam mutiara dengan inkubator sebelum inkubator di bersihkan dan di beri disinsfektan. Bersihkan inkubator dengan air dan sabun yang mengandung disinsfectan. Biarkan sampai kering sebelum di gunakan. Mulai persiapan inkubator 1 -2 hari sebelumnya untuk mendapatkan suhu dan kelembabab yang sesuai. Letakkan inkubator dalam ruangan yang suhunya stabil. Hindari menempatkan inkubator di ruangan yang sering dijadikan lalu lalang orang karena dapat menyebabkan perubahan temperatur, bebas dari cahaya matahari langsung dan drafts, serta memiliki ventilasi yang bagus.

Ada bagusnya juga jika inkubator diletakan di meja yang rata, harus rata  karena di dalam inkubator nanti akan diletakan baki air. Baki air harus diletakan sebelum telur di masukan (saat persiapan).

Letakan termometer dan hygrometer di tempat yang mudah dibaca dan dekat dengan telur, sehingga angka yang di baca pada thermometer dan hugrometer mewakili suhu dan kelembaban yang di terima oleh telur. Yang paling bagus adalah di tempatkan di bagian tengah jejeran telur-telur. Tapi pastikan juga jangan terlalu dekat dengan elemen pemanas (lampu pijar).

Setting inkubator pada temperatur 37,5 O C  dan kelembaban pada 58 – 65 %. Kalau suhu dan kelebaban sudah stabil baru telur telur dapat di masukan.

  • TIPS PENETASAN (HATCHING)

Letakan telur dengan bagian lancip menghadap ke bawah

Periode penetasan ayam mutiara rata-rata 28 hari (bisa bervariasi antara 26 – 30 hari, tergantung pada temperatur dan kelembaban selama proses penetasan. Suhu yang tepat untuk penetasan adalah 37,5 O C dan dikurangi menjadi 37 O C pada 3 hari terakhir menjelang penetasan. Kelembaban ideal untuk penetasan adalah 65 % sampai dengan hari ke 25 dan naikan sampai 80 % pada 3 hari terakhir. Untuk meningkatkan kelembaban bisa dengan cara menambahkan air dan meletakan spone pada baki air. Susah ya?, itupun pengalaman kami tingkat keberhasilannya yang sering kami dapat hanya sekitar 60 % saja.. tapi Subhanallah kalo di titipkan di ayam biasanya hampir 100 % menetas.. hebat juga ciptaan Tuhan dalam mensetting suhu dan kelembabannya. Ventilasi inkubator pastikan tetap terbuka, telur juga mahluk hidup dan perlu bernafas. Setelah 3 hari telur harus di putar 4-6 kali sehari, bisa pakai tangan, bisa juga secara otomatis (dengan mesin otomatis red). Kalo pakai tangan jangan lupa tandai sisi sisi telurnya, biar tidak keliru dalam proses pembalikan atau ada telur yang tertinggal dan tidak terbalik, tanda misalnya di sisi kiri beri tanda X dan di sisi kanan beri tanda O. Setelah 25 hari telur tidak perlu di balik lagi. Tambahkan air bersih dan hangat dan bisa diletakan spone pada periode 3 hari terakhir untuk meningkatkan kelembaban. Menaikkan kelembaban ini penting, karena telur ayam mutiara ini tebal dan keras, dengan menaikan kelembaban telur lebih mudah pecah saat proses piping. Jika tidak, anakan mutiara yang sudah jadi sangat besar kemungkinannya mati di dalam cangkang karena tidak dapat keluar… kasihan kan.

  • PENETASAN (HATCHING)

Saat telur ayam mutiara mulai piping, butuh 24 – 48 jam untuk proses piping ini selesai dan bayi mutiara keluar. Jadi sabar gan, jangan buru-buru di bantu pakai tangan mengeluarkan anakan ayamnya, jika di paksa keluar biasanya ayam akan lemas, kotor oleh darah juga, dan akhirnya mati. Biarkan anak ayam mutiara di dalam inkubator sampai kering. Setelah kering pindahkan ke kandang yang dilengkapi dengan pemanas dengan suhu kurang lebih sama dengan suhu inkubator, beri air dan makan. Tunggu sampai 4 hari untuk memastikan semua telur menetas.