Celoteh Malam

Wis arep tekan jam 02.00, celingak celinguk ra iso turu, liat tv sdh tidak ada yg menarik.. nonton UFC yang dulu bisa jadi hiburan lama2 ko yo mesake liat orang gedabak gedebuk saling pukul.. golek tenar.. karo golek money..

Kelingan bang Fierman AD Steel .. yg sore tadi sowan.. ngobrol ngalor ngidul.. mulai dari soal ngurusin paguyuban dan niat ikhlas membantu teman2.. sampai ngobrolin apa itu indonesia..polinesia dan melanesia.. mulai dari animisme.. hinduisme budhaisme..islamisme sampai jesusisme..

Memang dalam kehidupan sehari hari.. sekecil apapun.. kalau coba di renungkan semua kejadian pasti ada hikmahnya.. ada pelajaran yang bisa di ambil..

Dari obrolan tidak penting tadi.. dalam asumsi saya pribadi, terpikir bagaimana kita memang terbiasa terkotak-kotak, kita tidak lagi menghargai nilai-nilai, tapi menghargai golongan-golongan… Seperti pepesan kosong dengan bang firman tadi, mulai dari cerita terpecahnya umat islam.. ada sunni.. syiah.. khawarij, yang terjadi diawali perseteruan antara khalifah ali bin abi thalib dan muawiyah (tentunya akan banyak yang tidak sefaham, seperti peran abdullah bin saba dalam perpecahan tersebut), yang membuat islam terkotak-kotak.. lalu merembet ke cerita kotak islam mana sebenernya yang dulu di bawa ke nusantara.. lalu merembet lagi dengan cerita tercampurnya antara kotak islam yang di bawa dan bercampur dengan kearifan lokal dan membentuk kotak-kotak baru.

Yah namanya pepesan kosong.. saya juga gak mau kalah. Lihat bang firman yang fasih berkisah saya pun tanpa sadar menanggapi bahwa semua itu sudah sunnatullah, di masa minim informasi dulu sangatlah wajar jika karena suatu proses yang panjang, satu pemahaman berbaur dengan pemahaman lain lalu menjadi kotak pemahaman baru, sama wajarnya dengan satu sumber yang sama karena kepentingan yang berbeda lalu terkotak kotak menjadi pemahaman yang berbeda, sebagai mana pecahnya antara syiah.. sunni… khawarij.. yang mohon maaf menurut pendapat saya pribadi tidak lepas juga dari kepentingan politik dan kekuasaan. Dan di era informasi seperti sekarang ini, insya Allah perlahan kita semua pelan-pelan mulai bisa menarik benang merah dan menyadari bahwa perbedaan-perbedaan yang ada sesungguhnya hanyalah produk kepentingan dunia, dan seperti harapan bang firman, semuanya akan menuju satu lagi dengan al qur’an sebagai pedomannya. Tapi sebelum semua itu tercapai, harapan sederhana hanyalah agar semua (termasuk saya) bisa lebih menghargai perbedaan, dan yang paling penting lagi kita tidak mudah meng kotak an orang, tidak lagi mengatakan orang yang tidak mau memaki maki anjing adalah anjing, orang yang ngelus-ngelus kambing adalah kambing, tidak menggugat sapi yang berfoto bersama kerbau adalah sapi pembelot.#120817

wallahualam

Masuk surga semudah masuk neraka

Masih terkait soal sumbu pendek, kafir mengkafirkan dan siapa yg berhak masuk surga atau neraka yg sering diposting didinding sampai bikin merinding membuat saya googling biar kepala tidak pening.

Ini hanya opini tanpa ilmu yang belum tentu benar dan tidak perlu diributkan.

Insya Allah muslim yg memilih Ahok dan yg tdk memilih Ahok akan masuk surga, karena masuk surga itu mudah, wanita pelacur yang kasih minum anjing bisa masuk surga, buang duri / ranting di jalan bisa masuk surga, dan hal remeh lainnya yang bisa kita dapatkan dalam hadist, cuma entah berapa lama kita harus di azab di neraka sebelum dimasukan ke surga, sebab masuk neraka juga mudah, jangankan karena issue yg lagi ramai ini, gara2 ngasih sesembahan seekor lalat juga bisa masuk neraka, ahli ibadah yg lalai mengurus kucingnya bisa masuk neraka juga, dan hal remeh lainnya yang bisa kita dapatkan dalam hadist. bahkan kalau tidak salah ingat saya pernah membaca suatu riwayat dimana kyai sholeh mampir juga ke neraka gara2 sekali dlm hidupnya membersihkan giginya menggunakan kayu kecil yg diambil dari dinding kayu rumah orang lain, tentunya Insya Allah ahli ibadah itu juga akhirnya masuk surga. Karena Rasulullah tidak ridho umatnya tertinggal di neraka, saat pintu-pintu surga dan neraka sudah tertutup, Rasulullah masih akan meminta malaikat jibril mengorek ngorek isi neraka, Rasulullah akan memberikan syafaat nya kepada muslim yang walau dalam hidupnya menyepelekan dan meremehkan beliau tetapi masih memiliki keimanan walaupun hanya sebesar dzarah. Hanya sedikit umat Rasulullah yang termasuk firqotun najiyah, orang-orang yang akan masuk surga tanpa di hisab dan di azab, cuma 70.000 orang. “Mereka itu adalah orang yang tidak minta diruqyah, tidak melakukan kay dan tidak melakukan tathayyur serta mereka bertawakkal hanya kepada Rabb mereka”. Sempat terfikir juga kenapa ruqyah dan kay hal-hal yang sepertinya sangat sepele dan setahu saya tidak dilarang dalam agama, kesimpulan saya untuk masuk firqotun najiyah haruslah orang yang tidak ada setitik pun keraguannya akan kebesaran Allah, tidak ada setitikpun keinginan untuk meminta kepada selain Allah, hanya bertawakkal kepada Allah. Seperti apa yang disampaikan Mu’adz bin jabal rodhiyallahu ‘anhu : Saya pernah membonceng Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam di atas himar, beliau berkata kepada saya, “Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hambaNya dan apa hak hamba atas Allah?” Saya berkata, “Allah dan RosulNya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Hak Allah atas hambaNya ialah agar mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun. Dan hak hamba atas Allah ialah tidak diadzab selama dia tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.”

Ah.. sangat ingin saya dan pastinya semua muslim bisa jadi bagian yang 70.000 itu, tapi term and condition nya sangat ketat, kita mungkin tidak menyekutukan Allah dengan berhala dan sembahan lainnya, tapi masih sering meyekutukanNya dengan pekerjaan, keluarga, dan hal-hal duniawi lainnya. Tanpa maksud meremehkan siksa neraka yang level terendah pun kita tidak akan mampu menahannya, ayo kita berlomba lomba secepat mungkin masuk surga (bukan nyuruh mati cepat loh) dan jangan berlama lama di neraka, karena Sabda Rasulullah yang terakhir masuk surga akan mendatangi surga dengan merangkak dan sesampainya di surga akan kecewa dan dia tidak percaya itu surga, karena tidak seperti yang di bayangkan, surga yang dia dapatkan hanyalah 10 kali kenikmatan dunia saja. Tapi pada akhirnya Allah itu Ar rahman dan Ar rahim, adalah hak prerogative Allah soal surga dan neraka dan siapa2 saja yang akan di azab, kita hanya berusaha terus mengambil hatiNya. #Bengalon, 010317

Wallahu a’lam bishawab.

Merdeka, dan tetap menjadi hamba

Merdeka… konon katanya berasal dari kata maharddhika (mahardika) yang kalau kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia maka artinya adalah Berilmu (cerdik, pandai, bijak), berbudi luhur dan bersifat bangsawan… orang merdeka memang harus berilmu dan disertai juga dengan budi yang luhur, karena hakikatnya kemerdekaan kita dibatasi dengan kemerdekaan orang lain dan penuh tanggung jawab… Bersifat bangsawan, karena orang merdeka memiliki hak dalam lapangan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik.

Kemerdekaan kita di batasi dengan kemerdekaan orang lain, dan yang paling penting orang merdeka haruslah sekaligus menjadi hamba.

Ada kisah menarik tentang seorang sufi ahli hadist ternama, bisyr al hafi, al hafi sendiri maknanya tidak beralas kaki. Ada versi lain tentang kisah awal keimanan beliau, tapi saya selalu suka versi yg ini :

Dikisahkan  ada orang shalih (beberapa riwayat menyebutkan orang shalih tersebut adalah putra  imam jafar as sadiq) sedang melewati rumah bisyr yang sedang hura-hura dan berpesta. Saat orang shalih lewat di depan rumah bisyr keluarlah budak wanita milik bisyr hendak membuang sampah. Orang shalih bertanya kepada budak tersebut “ yang tinggal di rumah ini apakah orang Merdeka atau hamba/budak?”. Budak wanita tersebut menjawab bahwa yang tinggal tentu saja orang merdeka. Lalu orang shalih berkata “bener jawbanmu, karena jika orang ini seorang hamba tentu dia takut akan tuannya dan tidak akan berfoya-foya seperti ini”.

Bisyr menanyakan kepada budak wanita tersebut kenapa lama di luar, dan budak wanita tsb menceritakan tentang pertemuannya dengan orang shalih tersebut.

Tanpa sempat mengenakan sandalnya bisyr mengejar orang shalih tersebut dan menanyakan kembali tentang apa yang di katakan orang shalih ke budak wanitanya.

Saat orang shalih menjelaskan hakikat bahwa manusia hanyalah hamba Allah, seketika itu Bisyr pun menempelkan pipinya ke tanah, sambil berkata, “Wahai tuan, pemilik rumah itu seorang hamba/budak.” Setelah itu ia senantiasa berjalan tanpa sandal hingga ia dikenal dengan sebutan bisyr al hafi, bisyr yang tak bersandal.

Banyak orang bertanya kepada Bisyr, “Mengapa kamu selalu tidak memakai sandal?”

Bisyr menjawab, “Karena Tuhanku tidak berkenan menemuiku saat aku beralas kaki, Tuhanku malah menemui  saat aku tidak mengenakan alas kaki. Aku akan terus bersikap demikian ini sehingga ajal menjemputku’.”

Merdeka… tapi jangan lupa kita adalah seorang hamba…#170817

Wallahualam