Saat Kita Ragu bersedekah

Mungkin kita pernah membaca tentang bagaimana seseorang mempermasalahkan sedikit uang kembalian di minimarket, yg ditanyakan oleh kasir apakah mau disumbangkan atau tidak.

Mungkin kita pernah membaca tentang bagaimana para pengamen dan pengemis di lampu merah bisa mendapatkan begitu banyak uang, kita menghitung hitung dengan cara mengestimasi satu kali lampu merah mereka dpt sekian rupiah lalu di kalikan dalam satu hari  berapa kali lampu merah tersebut berkedip.

Mungkin kita pernah membaca bagaimana seseorang mencoba minta tolong transfer dari atm dan buntut-buntutnya ternyata orang tersebut punya niat jahat untuk menipu atau apalah.

Mungkin kita pernah membaca tulisan tulisan lain yang serupa.

Dari sisi positif tulisan tersebut bagus, untuk mengingatkan kita pentingnya berhati hati, karena memang banyak orang yang mencoba mencari uang dengan cara2 tidak baik.

Hanya sayang, lalu timbul kata-kata lebih baik tidak usah memberi, lebih baik tidak usah perduli, lebih baik dibilang pelit.. daripada mubazir memberikan uang kita kepada yang tidak berhak, lebih2 lagi daripada uang kita disalahgunakan untuk sesuatu yang tidak benar.

Lalu saya membaca sebuat tulisan, tentang bagaimana seorang pembeli yang tetap bersikap ramah, santun terhadap penjual yang bermuka masam. Sahabat si pembeli bertanya “bagaimana kamu masih bisa bersikap lemah lembut padahal penjual tersebut sudah melayanimu dengan tidak baik?”

Di jawab “ muka masam, sikap kasar dan perilaku buruk si penjual adalah sudah hak dan sifat dia, sedangkan lemah lembut, sopan santun dan mau berbuat baik adalah sikap yang coba saya amalkan, saya tidak akan mengikuti perilaku buruk dengan perilaku buruk lainnya, karena itu sama saja dengan membiarkan dia yang bukan siapa-siapa menentukan saya harus seperti apa”

Saya melihat ada korelasi antara percakapan tersebut dengan kasus-kasus diatas, bagaimana seharusnya kekhawatiran kita terhadap orang-orang yang mungkin mencari rezeki dengan cara tidak benar seharusnya tidak membuat kita menjadi orang yang tidak perduli dan enggan berbagi.

Hati-hati harus, dan mudah2an, Insya Allah, orang2 yang penuh kekhawatiran tersebut sebenarnya punya cara lain untuk mendermakan uangnya, bukan kemudian berhenti total untuk berbagi.

Teruslah berbagi, berhati-hati dalam memberi, tetapi jangan ketakutan salah sasaran membuat kita berhenti berbagi. Tuhan hanya meminta kita menilai apa yang nampak, kita tidak berhak menilai apa yang ada di dalam hati. Tentang ini Rasulullah pernah mengisahkan, bagaimana seseorang yang berniat untuk sedekah tetapi selalu salah sasaran, sedekahnya jatuh ke tangan pelacur, pencuri dan orang kaya, tetapi Allah tetap membalas amal orang tersebut sesuai niatnya.#030717

Wallahualam.